LAHIRNYA
IKATAN PELAJAR ALWASHLIYAH
DRS.HUSNI THAMRIN LUBIS,M.PD.I
DRS.HUSNI THAMRIN LUBIS,M.PD.I
A.
Sejarah
Singkat Ikatan Pelajar Alwashliyah
. Pada masa awal berdirinya, Al
Jam’iyatul Washliyah (Al Washliyah) untuk menjalankan program kerja yang telah disusun maka dibentuk majelis-majelis,
yaitu:Majelis Fatwa, Majelis Tabligh, Majelis Tarbiyah, Majelis Studies
Fonds, Hazanatul Islamiyah, dan Majelis
Penerbitan. Di samping memiliki majelis-majelis untuk menjalankan
program-programnya, Al Washliyah juga didukung oleh Badan Otonom Organisasi atau
yang lazim juga disebut organisasi Bagian,satu diantaranya ialah Ikatan
Pelajar Al Washliyah ( disingkat dengan ucapan IPA) yang pada perjalanan
sejarahnya berobah nama menjadi Ikatan
Putra-Putri Al Washliyah.
Sebagai suatau organisasi Islam yang
dilahirkan oleh kelompok terpelajar di daerah yang heterogen, Al Washliyah
memiliki keunikan yang antara lain,didirikan dan dikembangkan oleh beberapa orang siswa yang didukung para
ulama , tidak tergantung pada seorang tokoh karismatik, melainkan merupakan
upaya bersama beberapa orang dengan peran dan keistime waannya
masing-masing. dan organisasi ini dinilai sebagai organisasi Islam yang mampu
bersaing dengan kalangan misionaris Kristen di daerahnya.
Sejarah organisasi haruslah benar-benar dikuasai dan
dipahami dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi. Ikatan Pelajar Alwashliyah
yang merupakan organisasi bagian dari Alwashliyah adalah wadah mengeksplor
segala bentuk imajinasi dan pemikiran para pelajar Al Washliyah.. Seorang siswa yang belajar
di perguruan Al Washliyah seyogianyalah menge tahui secara persis seputar organisasi Ikatan Pelajar
Alwashliyah (IPA). sangat tidaklah wajar bila seorang siswa Al Washliyah tidak
mengetahui secara persis tentang IPA, apa lagi bersikap tidak peduli (bersikap
masa bodoh) .
Bila
ingin menceritakan Sejarah Singkat Ikatan
Pelajar Alwashliyah
maka ditinjau dari awal sebelum bernama Ikatan Putera Puteri Al Washliyah (IPA).
Awalnya
organisasi yang menaungi para pelajar Al Washliyah ini berawal lahir dari hasil Kongres ke IX Al Washliyah di
Medan tahun 1953. Pada Kongres ke IX ini peser tanya meliputi
bahagian Dewasa,Puteri/sekarang Muslimat,Angkatan Puteri,Gerakan Pemuda dan
Kepanduan. Dalam Kongres ke IX inilah dijelmakan organisasi khusus mengenai
pelajar-pelajar Al Jam’iyatul Washliyah yang dinamakan : “ Ikatan Pelajar
Alwashliyah Putra dan Ikatan Pelajar Alwashliyah Puteri” yang disingkat “I.P.A. Putera/Puteri”. Kedua organisasi
tersebut mempunyai pucuk
pimpinan sendiri-sendiri.
Susunan
Pusat Pimpinan Ikatan Pelajar Alwashliyah Putra:
Ketua Umum :
Abd. Aziz Ahmad
Ketua I,II :
Rasjidan Rauf, Lianuddin Kasiem,
Setia Usaha I,II : Adlin Ahmad, Hamzah Mansur
Bendahara :
Ishak
Pembantu-pembantu : Mhd.Kasiem, Sjamsuddin Lubis, Harun, Saharuddin,
Abd.Kariem.
Susunan
Pusat Pimpinan Ikatan Pelajar Alwashliyah Putri:
Ketua I,II :
Nur’Aini R.Lubis, Hafsah Din
Seia Usaha I,II : Sakinah, Sariana,
Bendahari :
Fatimah Zahara
Pembantu-pembantu : Asmah, Radinah, Raini Amran, Surury, Nurijah, Rahmah.
IPA
Putera di bawah pengawasan Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) dan IPA Puteri di
bawah pengawasan Angkatan Puteri Al Washliyah(APA).
Tiga belas tahun kemudian,tepatnya pada
pelaksanaan Muktamar Al Washliyah ke 13 tanggal 17-21 Oktober 1966 di Bandung, Jawa
Barat,barulah Ikatan Pelajar Alwashliyah (IPA) dinyatakan berdiri sendiri
menjadi salah satu organisasi
bagian dari organisasi induk (Alwashliyah)
tidak lagi dibawah pengawasan GPA dan APA..
Dalam perjalanannya,
IPA setelah terpisah dari organisasi pengawasan (GPA dan APA) ,IPA memiliki
kepemimpinan sendiri dengan program yang disusun dan dilaksanakan sendiri dan dipertanggung
jawabkan pada pelaksanaan rapat pimpinan dan musyawarah-musyawarah maupun saat dilaksanakan muktamar demikian
seterusnya IPA melaksanakan muktamar secara sendiri pada saat bersamaan dengan
muktamar Alwashliyah.
Keluarnya UU No. 8 tahun 1985 yang mengatur
tentang Penyederhanaan Oraganisasi, di
Era Orde Baru pada kepemimpinan Presiden Soeharto, akhirnya “memaksa” Muktamar
Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) tahun 1997 di Bandung harus menentukan
pilihan antara melakukan pergantian nama atau membubarkan diri.
Cukup lama organisasi ini bertahan demi
sebuah harapan untuk tetap kukuh dengan idealismenya, tapi ternyata semua kader
harus mengikhlaskan diri untuk melakukan penyesuaian demi keberlangsungan
perjuangan dan pengabdian, meskipun hal itu terasa berat. maka nama Ikatan
Pelajar Al Washliyah (IPA) berubah nama menjadi “ Ikatan Putera Puteri
Alwashliyah” namun tetap menyebutnya
dengan singkatan kata IPA.
Perubahan nama sesungguhnya tidak menjadi
keinginan para kader organisasi yang hadir sebagai peserta pada Muktamar Ikatan
Pelajar Al Washliyah (IPA) Ke IX, tapi lebih pada situasi dan kondisi yang
mengharuskannya.
Itulah sekilas lahir
dan proses pergantian nama organisasi yang menjadi catatan sejarah penting
untuk diketahui oleh seluruh siswa Alwashliyah terutama para kader yang masih
terus melakukan pengabdian di IPA ataupun yang sudah menjadi alumni.
RANGKUMAN
Kongres ke IX Al Washliyah di Medan tahun 1953.
dijelmakan organisasi khusus mengenai pelajar-pelajar Al Jam’iyatul Washliyah
yang dinamakan : “ Ikatan Pelajar Alwashliyah Putra dan Ikatan Pelajar
Alwashliyah Puteri” yang disingkat
“I.P.A. dengan demikian IPA merupakan salah satu organisasi bahagian
dari Al Jam’iyatul Washliyah dibidang pelajar. Awal mulanya pelajar putra
bergabung pada IPA Putra dan Pelajar Putri bergabung pada IPA Putri,keduanya
masing-masing memiliki pemimpin tersendiri. Pada Muktamar
Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) tahun 1997 di Bandung Ikatan Pelajar Al
Washliyah berobah nama menjadi Ikatan Putra Putri Al Washliyah,namun tetap
disingklat dengan kata IPA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar