MAJLIS PENDIDIKAN ALWASHLIYAH
SUMATERA UTARA
Husni Thamrin Lubis
Ketua
Kepala sekolah efektif harus
mengetahui
1.
MENGAPA
PENDIDIKAN YANG BAIK DIPERLUKAN DI SEKOLAH,
2.
APA YANG
DIPERLUKAN UNTUK MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH, DAN
3.
BAGAIMANA
MENGELOLA SEKOLAH UNTUK MENCAPAI PRESTASI
TERBAIK.
Kemampuan untuk menguasai jawaban atas ketiga pertanyaan ini akan dapat
dijadikan standar kelayakan apakah seseorang dapat menjadi kepala sekola
efektif atau tidak. Secara umum, ciri dan perilaku kepala sekolah efektif dapat
dilihat dari tiga hal pokok, yaitu:
(a) kemampuannya berpegang kepada citra/visi lembaga dalam menjalankan
tugas;
(b) menjadikan visi sekolah sebagai pedoman dalam mengelola dan
memimpin
sekolah; dan
(c) memfokuskan aktifitasnya kepada pembelajaran dan kinerja guru di
kelas
Deskripsi tentang kualitas dan perilaku kepala sekolah efektif dapat
dapat dijelaskan ciri-ciri sebagai berikut:
Ø
Kepala sekolah efektif memiliki visi yang kuat tentang masa depan
sekolahnya, dan ia mendorong semua staf untuk mewujudkan visi tersebut
Ø
Kepala sekolah efektif memiliki harapan tinggi terhadap prestasi siswa
dan kinerja staf
Ø
Kepala sekolah efektif tekun mengamati para guru di kelas dan memberikan
balik yang positif dan konstruktif dalam rangka memecahkan masalah dan
memperbaiki pembelajaran
Ø
Kepala sekolah efektif mendorong pemanfaatan waktu secara efisien dan
merancang langkah-langkah untuk meminimalisasi kekacauan
Ø
Kepala sekolah efektif mampu memanfaatkan sumber-sumber material dan personil
secara kreatif
Ø Kepala sekolah efektif
memantau prestasi siswa secara individual dan kolektif dan memanfaatkan
informasi untuk mengarahkan perencanaan instruksional.
Di sisi lain, kepala sekolah yang
tidak efektif biasanya:
Ø Membatasi perannya sebagai
manajer sekolah dan anggaran
Ø Menjaga dokumen, sangat disiplin
Ø Berkomunikasi dengan setiap
orang sehingga memboroskan waktu dan tenaga
Ø Membiarkan guru mengajar di
kelas
Ø Memanfaatkan waktu hanya
sedikit untuk urusan kurikulum dan pembelajaran
Dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin yang
efektif di sekolah, selama periode kepemimpinannya kepala sekolah dapat
melaksanakan hal-hal berikut.
1. Tahun Pertama
Dalam tahun pertama masa bakti kepemimpinannya, kepala sekolah efektif
dapat melakukan hal-hal berikut:
a. Menerima tanggungjawab sebagai kepala sekolah. Jika masih menekankan kepada
administrasi dan disiplin, membiarkan guru mengajar di kelas, maka ia perlu
merubah wawasannya menuju manajemen sekolah efektif
b. Menetapkan tujuan dan menetapkan norma-norma atas dasar kebijakan yang
telah digariskan oleh dinas pendidikan, nilai masyarakat, dan tentunya visinya
sendiri tentang sekolah unggul
c. Berkonsentrasi kepada upaya-upaya pembelajaran dan mulai melakukan
kunjungan kelas
d. Mengembangkan aktifitas dan struktur sesuai dengan tujuan, norma, dan
maksud pendidikan
e. Menyusun kalender akademik untuk menghindari hambatan belajar siswa, waktu
perencanaan guru, dan seterusnya
f. Mendukung saluran-saluran untuk melakukan komunikasi terbuka, pengambilan
keputusan, dan problem-solving. Berusaha untuk memantapkan atmosfir kolegial
g. Memperhatikan pertemuan dewan guru dalam memecahkan persoalan
h. Merencanakan pementapan dan orientasi akademik
i. Merencanakan sistem pemberian penghargaan bagi siswa dan staf
j. Berinisiatif membangkitkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat
2. Tahun Kedua
Di tahun kedua ini, kepala sekolah efektif menindaklanjuti ide-ide pada
tahun pertama dengan kegiatan nyata, termasuk:
a. Memantapkan iklim akademik sekolah, harapan berprestasi tinggi dalam
keterampilan dasar, penilaian kemajuan, dan prestasi siswa. Minat staf harus
dikonsentrasikan ke hal-hal tersebut
b. Mendorong kepekaan sekolah terhadap masyarakat
c. Mentransformasi visi sekolah efektif kepada staf, siswa, dan orang tua
d. Beralih dari fokus persoalan yang sempit menuju orientasi program yang
lebih luas
e. Tampil percaya diri dan lebih visibel di jalan, kelas, halaman sekolah, dan
masyarakat
f. Berinisiatif melakukan observasi kelas dan kegiatan supervisi instruksional
g. Menjadwal peristiwa pelatihan instruksional
h. Memberi dukungan secara kontinyu kepada staf selama sesuai dengan tujuan
sekolah yang lebih luas
i. Menjalin hubungan yang baik dengan komunitas sekolah, termasuk staf, siswa,
orang tua, dan lingkungan; selalu memperlakukan staf, siswa, orang tua, dan
pihak lain dengan rasa hormat.
3. Tahun Ketiga
Pada tahun ketiga ini, kepala sekolah efektif pada dasarnya menyempurnakan
implementasi perubahan iklim dan prosedur sekolah dan melanjutkan reformasi.
Dalam hal ini, kepala sekolah dapat melakukan hal-hal berikut:
a. Melanjutkan menyusun dan mentransformasi tujuan personal dan sekolah yang
sejalan dengan pemerintah
b. Memantau proses dan program instruksional
c. Mengkoordinasikan program instruksional, dengan memantapkan prestasi
d. Mengambil peran penting dalam pengembangan program dan evaluasi dan
keputusan tentang seleksi materi instruksional
e. Merencanakan dan menjadwal untuk penggunaan material dan sumber daya
personil secara optimal
f. Mengorganisasi pelatihan inservice guru dalam bidang khusus dan teknik
pengelolaan kelas
g. Tetap mempertimbangkan riset yang relafan dan gagasan untuk kepemimpinan
efektif, sekolah efektif, dan pembelajaran efektif
h. Menyempurnakan standar kinerja guru, siswa, staf, dan diri sendiri.
Indikator Kinerja Kepala Sekolah Efektif
Berdasarkan langkah-langkah
reformatif dan analisis obyektif, maka dapat dikemukakan indikator-indikator
kinerja kepala sekolah efektif di era global sebagai berikut:
1.
Mewujudkan proses pembelajaran yang efektif, yang mencakup
aktifitas-aktifitas:
a. Menciptakan situasi kelas yang kondusif
b.
Menumbuhkan siswa (sikap) aktif, kreatif, kritis, dan memahami materi ajar
c.
Menumbuhkan rasa percaya diri dan saling menghargai sesama
d.
Memotivasi kemampuan siswa untuk menggunakan media pembelajaran
e. Siswa memiliki sumber belajar
2. Menerapkan system evaluasi yang efektif dan melakukan perbaikan secara
berkelanjut an, dengan menyiapkan dan melaksanakan:
a.
Adanya jadwal evaluasi
terprogram
b.
Alat evaluasi yang standard
c.
Analisa hasil
evaluasi/belajar
d.
Pelaksanaan program
perbaikan, pengayaan, dan penghargaan yang berkelanjutan.
e. Penulisan kisi-kisi, soal yang
profesional
3.
Melakukan refleksi diri ke arah pembentukan karakter kepemimpinan sekolah
yang kuat, yang ditunjukkan dengan:
a.
Dapat memberi keteladanan
b.
Komitmen terhadap tugas
c.
Kebersamaan/kekompakan dalam melaksanakan tugas
d.
Implementasi Imtaq/amaliah
4. Melaksanakan pengembangan staf yang kompeten dan berdedikasi tinggi,
melalui:
a. Pemberian penghargaan dan
sanksi yang tepat
b.
Pemberian tugas yang adil dan merata sesuai dengan kemampuan
c.
Memberikan kepercayaan dan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas
5.
Menumbuhkan sikap responsif dan antisipatif terhadap kebutuhan, dengan:
a.
Senantiasa mengikuti perkembangan IPTEK dalam PBM (Sarana dan Metode)
b.
Membiasakan warga sekolah berkomunikasi dalam bahasa Inggris/Arab (Bahasa
Asing)
c.
Membudayakan sikap selalu ingin maju
d.
Memperluas kerja sama dengan pihak luar dalam rangka otonomi sekolah
e.
Mengadopsi masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu di segala bidang
6.
Menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tertib (Safe and Orderly), dengan:
a.
Memantapkan tata tertib yang tegas dan konsekuen
b.
Kerjasama yang baik antara sekolah, masyarakat sekitar dan aparat keamanan
c.
Menjadikan sekolah yang bebas dari rokok dan Narkoba
d.
Menciptakan rasa kekeluargaan yang tinggi di antara warga sekolah (5 S =
Salam, Sapa, Sopan, Senyum, Silaturahim)
e.
Menciptakan nuansa sekolah yang aman, tenteram dan damai (Taman,
Penghijauan, Musik, yang halus)
7.
Menumbuhkan budaya mutu di lingkungan sekolah, dengan cara:
a.
Memberikan reward kepada guru, siswa yang berprestasi
b.
Memberdayakan MGMP tingkat sekolah/Hari MGMP/Sabtu
c.
Mewajibkan warga sekolah untuk memberdayakan perpustakaan/sumber belajar
lainnya
d.
Peningkatan kualitas beribadah
e.
Menanamkan rasa memiliki pada warga sekolah
8.
Menumbuhkan harapan prestasi tinggi, dengan:
a. Mengadakan lomba cepat dalam
kegiatan class meeting
b.
Membuat jadwal rutin Olah Raga prestasi
c.
Mendorong siswa untuk mengikuti perlombaan-perlombaan
d.
Memiliki motivasi tinggi untuk berprestasi
9.
Menumbuhkan kemauan untuk berkembang(blooming), dengan:
a.
Mengikutsertakan guru untuk menambah wawasan
b.
Pemberian motivasi kerja yang tepat
c.
Memberikan kesempatan untuk pengembangan/ peningkatan jenjang karir
d. Melakukan pembinaan
10. Melaksanakan Keterbukaan/Transparan Managemen Sekolah, dengan cara:
a.
Membuat Program kerja dan
mensosialisasikan,dengan melibatkan semua warga sekolah
b.
Melaksanakan Program
c.
Mengadakan Pembinaan secara kontinue
d.
Membuat Laporan hasil pelaksanaan secara periodik
e.
Mengadakan rapat Evaluasi secara periodik
11.
Menetapkan secara jelas mewujudkan Visi dan Misi, dengan:
a.
Memberdayakan seluruh komponen sekolah dalam menyusun Visi sekolah
b.
Melibatkan semua komponen sekolah dalam menjabarkan Visi ke dalam indikator
yang jelas
c.
Menyusun Misi Realistis yang terdiri dari jangka pendek, menengah dan Panjang
untuk mencapai Visi, dengan melibatkan semua komponen sekolah
12.
Melaksanakan pengelolaan tenaga kependidikan secara efektif, dengan:
a.
Memberdayakan disiplin guru dan karyawan
b.
Membudayakan pelayanan prima
c.
Meningkatkan profesionalisme guru dan karyawan melalui pelatihan-pelatihan
d.
Meningkatkan kesejahteraan guru dan karyawan
e.
Menciptakan iklim kerja yang kondusif dan kompetitif yang sehat dengan
memberikan penghargaan dan sanksi
13.
Melaksanakan pengelolaan sumber belajar secara efektif, dengan:
a.
Menginfentarisir semua sumber-sumber belajar, di dalam dan di luar sekolah
b.
Menentukan sumber belajar yang efektif
sesuai kemampuan sekolah
c.
Pengadaan sumber-sumber belajar sesuai kemampuan
14.
Melaksanakan pengelolaan kegiatan kesiswaan/ Ekstrakurikuler secara
efektif, dengan:
a.
Menginfentarisir sarana prasarana ekstrakurikuler dan minat dan bakat siswa
b.
Mencari peluang kerjasama dengan pihak lain
c.
Mencari peluang pengadaan dana dari donatur
d.
Menentukan jenis-jenis ekstrakurikuler
15.
Mengembangkan kepemimpinan instruksional, dengan cara:
a. Mendorong murid untuk bekerja keras mencapai standar
prestasi nasional.
b. Mengajak semua pihak terkait di sekolah melaksanakan
pengambilan keputusan yang didasarkan kepada visi, misi, dan prioritas program.
c. Bekerjasama dengan para guru dan staf dalam mengidentifikasi
sumber-sumber dan materi sesuai dengan kemampuan anggaran.
d. Bekerjasama dengan guru dan staf dalam memperbaiki dan
menetapkan kalender akademik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar